UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Paguyuban Bumi Reog Korea Selatan

bumi-reog-ponorogo

Mendengar nama tersebut WNI/TKI di Korea Selatan sudah tidak asing lagi,karena seringnya tampil di acara-acara yang melibatkan WNI/TKI atau di undang dari berbagai pihak di Korea Selatan.Organisasi ini bersifat terbuka bukan hanya WNI/TKI dari Ponorogo saja dari daerah lain dan sekitar bisa gabung.

Dalam aktifitas yang di laksanakan selama ini Paguyuban Bumi Reyog Korea Selatan tidak hanya menjadi wadah kebersamaan dan kekeluargaan para anggotnya,namun juga aktif melakukan misi kebudayaan dalam mempromosikan budaya tradisional Reog Ponorogo kepada khalayak luas baik WNI/TKI ,warga asli Korea Selatan maupun warga Internasional/asing yang ada di Negara ini.

Grup reog sering tampil di acara festival budaya antar negara yang ada di Korea Selatan dan undangan dari berbagai pihak di Korea Selatan seperti undangan dari kedutaan Filipina beberapa waktu yang lalu dalam memperingati kemerdekaanya, juga baru-baru ini pemda Ujongbu juga ikut mengundang. Setiap acara yang melibatkan WNI seperti OID (One Indonesia Day) pasti hadir bahkan kemarin ikut acara pawai budaya waktu Asian Games di Incheon dan banyak lagi.

Paguyuban Bumi Reog Korea Selatan didirikan sejak tahun 2003 organisasi ini memiliki visi dan misi sebagai landasan dalam menjalankan organisasi yaitu:

Visi:Untuk mempererat hubungan antar negara Indonesia dan Korea selatan terutama di bidang kesenian dan kebudayaan.

Misi:

-Mempererat tali silahturohmi antara warga Ponorogo dan warga Indonesia pada mumnya terutama yang berada di Korea Selatan.

-Untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia terutama seni budaya Reog Ponorogo di Korea Selatan.

-Untuk meningktkan dan mengembangkan bakat dan kreatifitas serta kualitas sumber daya manusia yang di miliki warga negara Indonesia di Korea Selatan.

Walau terbilang mahal peralatan pendukung kesenian Reog Ponorogo tapi organisasi ini bisa mencukupinya.  Diawali dengan iuran sukarela anggotanya dan sumbangan berbagai pihak. Untuk diketahui saja dadak merak sebagai alat sentral harganya yang kecil sekitar 15 juta belum termasuk biaya pengiriman ke Korea Selatan dan patut diacungi jempol para anggota kesenian tidak melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya bekerja mencari rejeki walau capek kerja tetap semangat waktu tampil.

Oleh: Tugino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2015 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: