UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Kerja Konstruksi di Korea Selatan

pekerja-konstruksi

Korea Selatan masih menjadi magnet tersendiri bagi warga Indonesia. Setiap tahunnya ada ribuan TKI yang datang ke Korea. Dari jumlah tersebut sebagian besar atau sekitar 70% kerja di sektor manufaktur, di sektor pabrik 20% dan sektor perikanan 10% dan sektor konstruksi. Itu pun pengiriman yang terakhir tahun 2013 sampai sekarang tidak ada tes lagi dari BNP2TKI.

Sebenarnya kerja di bagiankonstruksi tidak berat sangat. Kalau masalah berat kerjaan tergantung yang menjalaninya. Yang jadi masalah utama adalah cuaca saja. Maklum Korea Selatan, negara empat musim apalagi kalau musim dingin seperti thun 2012 kemarin bisa mencapai-17C. Belum lagi kalau musim panas melebihi cuaca di negeri sendiri.

“Kalau kerja konstruksi harus punya skill, kalau biasa saja gajinya kecil. Kita kerja tim terdiri dari 8-12 orang. Di kasih gambar settingan saja suruh kerja nanti kalau sudah selesai baru dicek mandor. Kalau salah suruh bongkar lagi perlu waktu lama selesainya.” Kata mas Endra 30 tahun TKI dari Lampung Sambil menghisap rokok. Dia melanjutkan lagi,” Masalah gaji ya lumayanlah pokoknya di atas teman-teman pabrik. Kami digaji harian di sini apalagi kalau dapat borongan wah capeknya hilang waktu gajian.” Selorohnya sambil diamini teman-temanya.

Sekedar diketahui mas Endra, “Kuli Korea” nama facebooknya, kerja di bagian kayu di proyek apartemen. Tukang kayu tidak seperti di rumah, di sini pasang alpom atau bagesting dinding sebelum di cor. Kebanyakan tenaga asing kerja di bagian kayu dan besi, karena orang Korea banyak yang gak mau berat.” Katanya.

Sebenarnya orang Korea suka dengan semangat TKI dibanding dengan tenaga kerja dari negara Vietnam, Thailand, Kamboja dan Myanmar. Tapi yang mau kerja bagian konstruksi jarang. Kebanyakan yang kosongan maunya kerja di pabrik.

Selain masalah cuaca ternyata ada masalah lainnya di Korea Selatan. Tenaga kerja asing dibatasi kalau ingin pindah kerja maksimal dalam 3 tahun pertama. Pindah 3 kali sedangkan membangun satu komplek apartemen 8-10 bulan beres,jadi mau tidak mau mas Endra dan teman temanya sekarang sudah bulbob atau illegal semua. Soalnya sudah pindah beberapa kali. “Ya pokoknya kerja dan berdoa semoga aman-aman saja”, pungkasnya menutup pembicaraan.

Oleh: Tugino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2015 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: