UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Dua Lab itu Kini Mulai Menggeliat (2)

utkoreanews

Oleh : Chairul Hudaya *)

Sepuluh bulan lalu, saya sudah sedikit mengulas mengenai kiprah UT Korea Radio sebagai lab alam bagi para mahasiswa UT Korea dalam mengasah soft-skills mereka terutama dalam ilmu penyiaran. Nah, kali ini saya akan mengulas lab alam yang kedua, UT Korea News.

Awal dibentuknya UT Korea News dilatarbelakangi dari tugas yang diberikan oleh UT Korea untuk mengampu mata kuliah Teknik Mencari dan Menulis Berita (TMMB), pada program Ilmu Komunikasi, semester 4. Saya menjadi lebih tertarik sekali untuk mempelajarinya (dengan mengajarkannya) mengingat pekerjaan saya sebagai dosen tiada lain adalah menulis.

Bagi saya yang orang teknik, teori memang penting. Tapi tanpa didukung dengan praktek, sama saja bohong. Atas dasar itulah dalam setiap perkuliahan TMMB saya selalu mengatakan, teori 30 menit, sisanya 1,5 jam untuk praktek membuat berita.

Belajar membuat blog

Hal pertama yang saya lakukan ketika mengajar Dikka Hermansyah cs. pada TA 2012.2 adalah mengajarkan mereka membuat blog. Saya putuskan untuk membuat blog gratisan pada wordpress.com karena di wordpress memungkinkan untuk bekerja dengan banyak author.

Setelah membuat blog, mereka diperkenalkan cara-cara memasukkan tulisan, gambar dan mengatur layoutnya agar terlihat teratur. Mereka terus berlatih hingga waktu 1,5 jam tak terasa cepat berlalu. Terlihat para mahasiswa sangat antusias dengan mainan barunya ini.

Pada minggu kedua, setelah teori 30 menit mereka saya minta untuk membuat berita dengan gaya bahasa mereka sendiri. Masing-masing mahasiswa memang sudah diplot dengan topik-topik yang mereka pilih sendiri. Ada yang memilih ketenagakerjaan, sosial budaya, hiburan, wisata, serba-serbi dan lain-lain.

Hasil tulisan perdana mereka bisa ditebak. Layout yang masih kurang tertata dengan baik, pemilihan kata masih kurang pas dan konten berita yang masih kurang tereksplor banyak. Tapi hal ini yang saya harapkan, minimal mereka bisa menuangkan pikiran mereka dalam sebuah tulisan terlebih dahulu.

Sebelum kelas berakhir, saya tunjukkan satu-dua berita yang saya edit dihadapan mereka. Saya sampaikan mengenai judul yang harus menggunakan huruf kapital pada setiap kata (kecuali kata sambung), pemilihan kata kata dalam kalimat, hingga penggunaan tanda baca titik koma. Di akhir kelas, saya beri mereka tugas membuat berita untuk pertemuan ketiga.

Di Korea, waktu memang terasa cepat berputar. Pertemuan kuliah ketiga pun datang. Seluruh mahasiswa sudah siap dengan beritanya masing-masing yang telah diterbitkan pada blog utkoreanews. Luar biasa, dipertemuan itu saya sudah melihat ada perubahan dari penulisan berita. Nampaknya mereka coba menerapkan apa yang saya sampaikan pada pertemuan kedua. Sebagai editor, sayapun hanya mengkoreksi sedikit saja dari konten yang ditampilkan.

Pertemuan keempat, kelima hingga kedelapan mereka terus mencoba membuat berita hingga mereka mahir dengan sendirinya. Senang rasanya mereka kini punya kemampuan aplikatif jurnalistik yang bisa untuk terus dikembangkan.

Pada TA 2013.1, UTKorea News mendapatkan tambahan reporter dan editor baru dengan masukknya Mas Bangun IRH sebagai tutor untuk wilayah Selatan. Mas Bangun yang juga seorang blogger telah sangat membantu mahasiswa dalam memahami modul TMMB ini. Alhasil, semakin banyak konten yang dipublish pada UT Korea News.

Semester ini (TA 2013.2) adalah ketiga kalinya saya mengajarkan mata kuliah ini. Pola yang saya gunakan pun tetap sama. Detik-detik perubahan wawasan setiap mahasiswa saya rasakan. Mereka kini lebih kreatif dalam mencari dan menulis berita.

Practices make perfect, begitu kata bijak yang sering saya sampaikan didepan kelas. Hanya dengan berlatihlah kita akan memiliki sebuah kemampuan. Begitupun dengan kemampuan menulis. Harus sering dipakai agar selalu tajam.

Menjadi seorang wartawan adalah pekerjaan mulia. Seorang tokoh jurnalisik Indonesia, Rosihan Anwar mengatakan wartawan adalah the watchdog of public interest. Dengan tulisannya seorang wartawan bisa membela orang kecil, berani mengemukakan kebenaran dan keadilan, bahkan berani bersebrangan dengan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Maka jadilah seorang wartawan sejati, kawan!
*) Penulis adalah pembina UT Korea Radio dan UT Korea News. Tutor UT Korea jurusan Ilmu Komunikasi dan mahasiswa program doktor di University of Science and Technology – Kampus KIST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 30, 2013 by in Serba Serbi and tagged , , .
%d bloggers like this: