UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Sukarelawan UNESCO Asal Indonesia di Korea Selatan

 

 

Busan, 24 April 2013

utkorea.wordpress.com

reportase : Putra Astaman

 

306266_2120078217385_444022316_n

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan ‘Sigit Hariadi’ masih juga sempat meluangkan waktu istirahatnya demi Bangsa Indonesia. Diawal tahun 2009, Bapak yang sudah berumur 44 tahun ini telah mengikuti program culture UNESCO di Korea Selatan dan telah menjadi pengajar sukarela hingga sekarang.

Jadwal mengajar Sigit sesuai yang telah di sepakati antara UNESCO dan tiap Kepala sekolah, Namun tidak semua jadwal yang dihadiri, Karena keterbatasan waktu dan jarak. Hampir seluruh sekolah di wilayah Jeollanam-do yang telah kunjungi. Dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, SMP, SMA hingga Universitas.

Selama dalam proses mengajar Sigit selalu ditemani oleh seorang translator ‘Ririn Rinayanti’, seorang ibu rumah tangga yang telah memiliki 3 buah hati ini juga bekerja di kepolisian di Jeollanam-do sebagai penerjemah ketika ada WNI yang bermasalah. Dalam menerangkan Sigit memakai bahasa Indonesia yang setiap kalimatnya akan diterjemahkan Ririn ke dalam bahasa korea. Beliau hanya memiliki waktu 2 jam untuk menjelaskan adat, budaya, kesenian dan sejarah di Indonesia.

“Jika hanya menggunakan proyektor saat menerangkan, sepertinya masih kurang, saya butuh contoh barang agar mereka bisa mengenal bangsa kita lebih jauh. “ tutur Beliau, ketika kami wawancarai beberapa hari lalu. Banyak dari mereka masih merasa bingung dan penasaran, mereka ingin melihat dan merasakan langsung bentuk fisiknya, seperti apa dan bagaimana alat musik dan budaya yang di maksud. Walau keinginan ini sulit, Namun ini tidak membuat semangatnya jatuh. Dengan korban materi, waktu, dan tenaga Beliau dapat mengumpulkan contoh alat musik dan budaya di beberapa daerah, seperti: angklung, gendang, seruling sunda dan jawa, wayang kulit dan golek, tombak dan panah dari kalimantan serta masih banyak lagi.

522779_2119780529943_796098296_n

Diakhir jam mengajar, Sigit sering mengadakan permainan. Para siswa akan mendapat beberapa souvenir dari Indonesia, bagi siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar, seperti: kalung dari kayu batuk kelapa dan gelang dari kerang. Tujuan diadakannya permainan ini, agar mereka tertarik untuk belajar huruf latin bahasa Indonesia. Jika sempat, mereka juga dipersilahkan memakai pakaian adat.

Tak hanya itu, Sigit juga sering menunjukkan masakan khas Indonesia, seperti: Nasi Goreng, Sate dan Rendang. Memasak tak memakai bumbu instan, namun bumbunya dibuat sendiri. Disamping memasak beliau memperkenalkan beraneka ragam bahan dasar bumbu masakan Indonesia.

Saat dilapangan Sigit sempat menunjukkan beberapa permainan tradisional Indonesia, kepada negara-negara lain, seperti: petak-umpet, karambol dan congklak. Ternyata beberapa permainan dari negara lainpun hampir sama dengan permainan kita, yakni: congklak mirip dengan sat-gol (India), karambol mirip dengan karambola atau meja bilyar (Filipina). Ternyata dari sekian permainan dari berbagai negara, permainan Indonesia yg paling banyak diminati oleh para pelajar karena merasa tertarik, dapat mengasah otak dan senang dengan hal keberuntungan.

Kini pihak sekolah merasa senang, Sigit dan Ririn diminta UNESCO untuk mendatangkan seorang seniman atau budayawan dari masing-masing tiap daerah dalam tanggungan UNESCO di pertengahan tahun 2013. Semoga dengan adanya program ini mereka bisa mengenal Indonesia lebih jauh, tidak lewat warna kulit dan bahasanya saja, tapi kenalilah budaya itu dari orangnya sendiri.

editor : Bangun IRH

About bangunirh

i am a lecturer aprentice...and a junior architect... NOW I AM A STUDENT (again)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 26, 2013 by in Hiburan, Serba Serbi, Sosial Budaya.
%d bloggers like this: