UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Megahnya Istana Gyeongbokgung di Jantung Kota Seoul

Image

(Foto : Daniel)

Setelah minggu lalu saya mengulas tempat wisata museum penjara Seodaemun, nah sekarang saya ajak anda untuk menikmati keindahan Istana yang berada di kota Seoul. Di Ibukota Korea ini, ada beberapa istana yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah istana Gyeongbokgung yang dibangun saat Dinasti Joseon berjaya.

Di istana ini, kita bisa melihat bangunan peninggalan kerajaan yang masih terawat utuh. Geunjeongjeon atau ruangan tahta raja berada di komplek istana  tersebut. Sebuah kolam yang dihiasi dengan bunga teratai tertata dengan apik didalamnya. Dalam komplek istana ini kita juga bisa melihat museum sejarah korea (National Folk Museum).Saat ini terlihat beberapa bangunan sedang direkontruksi ulang seperti gerbang masuk istana Gwanghwamun.

Di hari-hari spesial tertentu seperti hari Chuseok, di istana Gyeongbokgung sering diadakan berbagai macam pagelaran kebudayaan Korea, diantaranya  tarian Taepyeongmu, Seungmu, Mugo, dan yang paling menarik adalah pementasan sandiwara Bongsan talchum.

Untuk menuju ke Istana Gyeongbokgung ini anda bisa menggunakan transportasi kereta bawah tanah (Subway) dengan line nomer 3 warna oranye dari stasiun Seoul. Dengan biaya masuk sebesar 3000 Won, Anda bisa menikmati sepuasnya jalan-jalan dikomplek istana ini. Pastikan anda tidak datang pada hari Selasa karena pada hari itu istana ini libur.

Jadi, pastikan anda untuk memasukan Istana Gyeongbokgung ini ke dalam salah satu  jadwal perjalanan anda di Korea selatan.

Editor : Chairul Hudaya

One comment on “Megahnya Istana Gyeongbokgung di Jantung Kota Seoul

  1. Erwin Ananta
    April 14, 2013

    Salam kenal,

    Jadi teringat saat masih tinggal dan bekerja di Incheon Korea 17 tahun silam. Saat itu saya sering berkunjung ke istana Kyeong Bokgung (dulu mengejanya masih Kyeong bukan Gyeong), untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati indahnya istana tersebut sambil mendengarkan pertunjukkan Seoul Orchestra. Dari Incheon ke Seoul ditempuh melalui kereta api dan subway. Tak butuh waktu terlalu lama dalam perjalanan sambil menikmati indahnya pemandangan di kiri-kanan, ongkos kereta api cukup dengan 1000won saja. Naik bus cuma 300won.

    Sudah banyak perubahan yang terjadi di Korea semenjak saya tak lagi bekerja disana. Saya adalah angkatan pertama pekerja di Korea tahun 1995. Dulu masih disebut Trainee, meskipun kenyataannya bekerja dan bukan magang. Ditahun 1995 awal pekerja Indonesia berada di Korea, tak terlalu banyak pekerja disana. Masih belum ada komunitas Indonesia di Korea, hand phone pun tak semerak seperti saat ini, apalagi Universitas Terbuka untuk para pekerja menjadi mahasiswa disana. Belum ada mushola, dan masjid satu-satunya hanya ada di Itaewon, Seoul yang dikelola para mualaf. Saya sempat sholat di Itaewon sana dan bertemu muslimin yang lain yang kebanyakan dari Pakistan, tak banyak orang Indonesia di Korea.

    Bila minggu atau hari libur, saya sering ke Tongdaemun belanja barang-barang keperluan atau ke pusat perbelanjaan di Pupyong karena relatif murah bila dibandingkan belanja di mall, plus sekalian piknik. Pernah juga ke KBRI di Seoul dan ke Seoul Tower di Youngsan.

    Sekarang sudah kembali ke tanah air, bekerja dan mengajar di perguruan tinggi. dan alhamdulillah juga sudah menyelesaikan pascasarjana (S2).

    Kenangan manis selama di Korea yang tak pernah terlupakan.

    Salam,
    Erwin Ananta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 14, 2013 by in Pariwisata.
%d bloggers like this: