UT Korea News

Mengabarkan Peristiwa yang terjadi di Korea Selatan

Ini Batu Keberuntungan Orang Korea

Seoul, 2012/10/11

utkoreanews.wordpress.com

Reporter : Bin Harun Sitompul

Orang Korea memang banyak yang tidak memiliki agama. Namun mereka memiliki kepercayaan khusus, termasuk soal keberuntungan yang bisa didatangkan dari sebuah batu. Ya, itulah batu Amethyst yang sering terlihat dipajang di beberapa perusahaan besar Korea.

Batu Amethyst adalah sejenis batu mulia yang berwarna ungu dan biasa digunakan sebagai perhiasan, mempunyai nilai keras 7 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke enam. Batu ini di Indonesia dikenal dengan nama batu kecubung kasihan. Karena warna ungu selalu dikaitkan dengan warna kerajaan dan biasa dilambangkan sebagai yang mulia atau yang tertinggi, maka batu Amethyst ini sering digunakan untuk barang-barang kerajaan seperti untuk menghiasai mahkota dan perhiasan. Di Korea Selatan, batu ini sangat terkenal dan termasuk dalam salah satu batu kerajaan, yang konon dahulu kala hanya raja saja yang dapat memakainya. Kini batu ini dijadikan sebagai salah satu ciri khas suvenir dari Korea Selatan. Setiap turis yang datang, pastilah diperkenalkan dengan batu berwarna ungu ini.

Lain dengan orang Korea, orang Yunani kuno beranggapan batu ini bisa menjadi pelindung terhadap racun. Nama Amethyst pun konon beasal dari kata Yunani “amethystos” yang berarti bijaksana. Batu ini sering dikaitkan dengan dewa anggur dan menurut cerita jika meminum air atau minuman alkohol yang ada di gelas yang terbuat dari batu amethys akan membantu si peminum terhindar dari bahaya keracunan. Selain itu batu amethys tersebut juga  dipercaya dapat mencegah supaya tidak ketagihan atau kecanduan alkohol.

Dibidang medis, batu Amethyst ini ternyata punya manfaat, diantaranya untuk mengurangi ketegangan syaraf dan menghilangkan sakit kepala, mengurangi sakit dan bengkak pada luka dan mengurangi gejala sakit pada paru-paru dan gangguan usus. Batu ini juga memiliki kemampuan untuk mengangkat dan akan memperkuat sistem endoktrin dan kekebalan tubuh serta membantu kerja kelenjar hipofisis sehingga menghasilkan darah yang kuat dan bersih serta penuh energi.

Salah satu laboratorium di Korea Selata npernah  mengadakan penelitian ilmiah terhadap mitos diatas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa batu ini memiliki memang energi magnet yang luar biasa sehingga sangat baik untuk sirkulasi peredaran darah tubuh manusia yang menggunakannya. Menurut laporan itu, cukup dengan menggunakan 15 menit saja peredaran darah akan berjalan lebih baik.

Editor : Chairul Hudaya

About utkorea

Universitas Terbuka Korea Selatan "Menjangkau yang tak terjangkau"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 11, 2012 by in Sosial Budaya.
%d bloggers like this: